Menikah di saat New Normal, Berikut Syarat dan Prosedur Pelaksanaannya.

 Gusti kulo salah nopo
 Rabine kok dibatalno
 Wes kadung nyebar undangan
 Malah corona menyerang

 Gusti kulo sampun ikhlas
 Keterak Covid - 19
 Yen pancen ngene dalane
 Tak golek Dino Liyane


Siapa sih yang tidak ambyar dengan lirik lagu dari single Hendra Kumbara yang berjudul Dino Liyane tersebut. Rencana pernikahan yang sudah dipersiapkan dengan baik, jauh-jauh hari, terpaksa ditunda karena adanya pandemi COVID - 19.

Sesuai dengan arahan Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI yang tercantum dalam Surat Edaran No. 06 Tahun 2020. Berencana menikah di masa new normal seperti ini bisa dilakukan, tapi dengan catatan harus mematuhi prosedur dan persyaratan, berikut syarat dan prosedurnya:

1. Layanan pencatatan nikah di KUA dilaksanakan pada hari dan jam kerja.

2. Daftar nikah dapat dilakukan via online di simkah.kemenag.go.id, telepon, email, atau datang langsung ke KUA

3. Pendaftaran, pemeriksaan, dan pelaksanaan akad nikah dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.

4. Akad nikah bisa dilangsungkan di KUA atau di luar KUA.

5. Peserta prosesi akad nikah di KUA atau di rumah maksimal 10 orang.

6. Peserta prosesi akad nikah di masjid atau gedung pertemuan maksimal 20% dari kapasitas ruangan, dan tidak lebih dari 30 orang.

7. KUA mengatur waktu, tempat, petugas, dan calon pengantin, agar protokol kesehatan berjalan dengan baik.

8. Kepala KUA berkoordinasi dengan pihak terkait dan/atau aparat keamanan agar pelaksanaan akad nikah di luar KUA berjalan sesuai protokol kesehatan.

9. Penghulu wajib menolak pelayanan nikah jika terdapat pelanggaran protokol kesehatan.

Sedangkan untuk pelaksanaan resepsi bagi yang ingin mengadakan pesta pernikahan harus menyesuaikan dengan kondisi zona bebas COVID-19 masing masing daerah dan berkonsultasi dengan pihak aparat dalam hal ini Kepolisian setempat.