Sinau Pancasila Dan Wawasan Kebangsaan, Pendopo Kecamatan Sentolo Jadi Tempat Belajar Bersama.

SENTOLO - Puluhan pelajar dan ormas serta tamu undangan dari berbagai lapisan masyarakat hadir untuk ‘Sinau Pancasila dan Wawasan Kebangsaan’ yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Kebangsaan dan Politik Daerah Istimewa Yogyakarta di Pendopo Kecamatan Sentolo, Selasa 10 September 2019.

Acara dibuka dengan berdoa kemudian bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjut pembacaan teks Pancasila yang diikuti seluruh peserta undangan terakhir Pembacaan teks Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 oeh salah satu staff Tramtib Kecamatan Sentolo.

Dalam sambutannya Camat Sentolo sangat mengapresiasi acara tersebut dan berharap ada kesinambungan, Yang kedepannya dapat memberikan pengetahuan serta pemahaman yang lebih konkrit tentang Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

Keistimewaan adalah inspirasi kebhinnekaan salah satu tujuan Keistimewaan adalan menjamin Ke- Binneka Tunggal Ika –an papar Hendro Muhaimin, S.Fil., MA Koordinator Bidang Pendidikan Pusat Studi Pancasila UGM ketika menyampaikan materi ‘sinau’ tentang Wawasan Kebangsaan Dalam Bingkai Keistimewaan DIY.

Hendro menyampaikan intoleransi terjadi karena adanya Ketidakpahaman satu dengan yang lain. Maraknya intelorensi di Jogja dan viral di media social menjadi perhatian Pemerintah Daerah dengan adanya Instruksi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta No. 1 /INSTR/2019 tentang Pecegahan Potensi Konflik Sosial.

Hal ini sebagai bentuk tanggungjawab Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta tentang pemenuhan hak-hak asasi masyarakat yaitu menjaga situasi keamanan, ketentraman, ketertiban dan kedamaian di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kunci penting dalam Toleransi dan Wawasan Kebangsaan adalah mengikut sertakan Tripusat Pendidikan  yaitu keluarga, masyarakat dan pendidikan, tutup Hendra Muhaimin.

Senada dengan toleransi, paham prinsip dasar Bhinneka Tunggal Ika yaitu menghargai keberagaman, saling menghormati baik Suku, Agama Ras dan Antar golongan, menjadi pembuka Eko Suwanto, S.T., M.Si, Ketua Komisi A DPRD DIY dalam paparannya tentang Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut Eko Suwanto ruang-ruang terbuka untuk public di Kulon Progo khususnya di Kecamatan Sentolo harus tetap di- uri-uri, dipertahankan untuk ruang berkumpul, berbudaya,kebersamaan pemuda.

“Kita harus menikmati perbedaan, daya srawung adalah pengikat Kebhinnekaan, semoga Kulon Progo tetap mempertahankan itu” ujar Eko Suwanto disambut  tepuk tangan dari tamu undangan.

Pilar kebangsaan harus kokoh dan kuat untuk menghalau dari berbagai bentuk ancaman serta gangguan baik dari dalam maupun dari luar. Menjamin terwujudnya ketertiban, keamanan, kenyamaman, keadilan dan kesejahteraan warga negaranya. Isi pilar kebangsaan tersebut adalah Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.

“NKRI adalah Negara Kebangsaan bukan Negara Keagamaan” tutup Budi Hartono, S.I.P., M.Si Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Kulon Progo dalam pemaparan materinya Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan NKRI.

Sinau Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dimulai pada pukul 09.00 pagi dan berakhir pukul 12.00 siang dengan Lagu Padamu Negeri sebagai penutup acara.