Informasi Berkala

Profil

Kecamatan Sentolo merupakan salah satu dari 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kulon Progo yang terdiri dari 8 desa, 84 Pedukuhan, 116 RW dan 360 RT Luas wilayah Kecamatan Sentolo adalah 5.252,0907 Ha. Batas wilayah Kecamatan Sentolo adalah Sebelah Utara : Kecamatan Nanggulan, Sebelah Timur : Sungai Progo, Kec. Sedayu Kab. Bantul  Kec.  Moyudan Kab. Sleman, Sebelah Selatan : Kecamatan Lendah, Sebelah Barat : Kecamatan Pengasih dan Kec. Panjatan.  Berdasarkan kondisi fisik wilayahnya, wilayah Kecamatan Sentolo merupakan kawasan keadaan kontur tanah datar sampai dengan berombak 45%, berombak sampai dengan berbukit 35 %, dan berbukit sampai dengan bergunung 20 %, dengan ketinggian antara 100-500 meter dari permukaan air laut, curah hujan berkisar 542 mm/tahun.  Berdasarkan pemetaan dalam  RTRW Kabupaten Kulon Progo, Kecamatan Sentolo termasuk dalam kawasan pertanian/perkebunan, kawasan pariwisata, kawasan industri, kawasan perdagangan, kawasan pertambangan (pasir batu dan batu gamping).

Topografis wilayahnya, 45% wilayah berbentuk dataran, 35% berombak sampai berbukit dan 20% daerah berbukit sampai pegunungan. Jumlah curah hujan rata-rata adalah 572 mm pertahun, suhu rata-rata 340 C, dan dengan jumlah hari hujan dalam setahun adalah 69 hari.

Kondisi jalan di Kecamatan Sentolo masih terhitung memprihatinkan. Karena belum semua jalan dapat diaspal. Dari jalan sepanjang 472 km baru 90 km (19%) saja yang dapat diaspal. Sedangkan yang 412 km (81%) masih berupa jalan diperkeras dan jalan tanah. Hal ini menyebabkan belum terbukanya jalur perhubungan/transportasi secara terpadu dari ibu kota Kecamatan sampai ke pelosok desa. Pengaspalan jalan dilakukan tidak hanya dengan dana APBD I dan II, namun juga dengan dana swadaya masyarakat, dana PPK, P2KP, PKPS BBM-IP dan bantuan aspal-semen dari pemerintah kabupaten

Potensi seni dan budaya dapat dikatakan masih bertahan secara mandiri dimasyarakat. Namun demikian masih perlu bantuan dan intervensi dari pemerintah melalui Festival atau Lomba antar grup atau kelompok kesenian. Kegiatan Bersih Desa / Dusun di beberapa desa masih dilestarikan dan dilaksanakan setiap tahunnya. Bersih Desa atau Luwaran di Desa Tuksono tepatnya di Pedukuhan Taruban yang dilaksanakan setiap tahun bisa dijadikan salah satu wisata budaya alternatif. Dampak globalisasi yang berkembang saat ini, dimana sebagian orang cenderung tertarik pada seni dan budaya asing yang sering dapat dilihat di media televisi yang dikemas secara profesional juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan seni dan budaya daerah.

Dari luas tanah yang ada 1.107,57 Ha diantaranya digunakan untuk areal persawahan 355,55 Ha dipakai untuk Ladang, untuk pekarangan seluas 327,28 Ha, dan sisanya untuk lain-lain. Untuk mengairi tanah pertaniannya, mereka menggunakan tehnik irigasi teknis secara penuh 958,56 Ha sedangkan pengairan yang dilakukan dengan cara tadah hujan yaitu seluas 149,01 Ha.

Adapun untuk sarana pendidilan di Kecamatan Sentolo ditinjau dari ketersediaannya sudah mencukupi. Hal ini ditandai dengan banyaknya sarana pendidikan yang ada dan sudah sesuai dengan daya tampung yang ada. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

  

Jumlah Sekolah di Kecamatan Sentolo                                                                       

No

Desa

TK

SD

SLTP

SLTA

1.

Demangrejo

3

3

-

-

2.

Srikayangan

3

4

-

-

3.

Tuksono

5

6

1

-

4.

Salamrejo

5

3

-

2

5.

Sukoreno

7

6

1

-

6.

Kaliagung

4

4

1

-

7.

Sentolo

5

4

4

1

8.

Banguncipto

3

3

-

1

 

Jumlah

35

33

7

4

Sumber: Data Kecamatan Sentolo, Tahun 2011

Sedangkan berdasarkan pekerjaan, penduduk Kecamatan Sentolo juga mempunyai pekerjaan yang beraneka ragam. Keanekaragaman ini dikarenakan latar belakang yang dimiliki dan tidak tetapnya pekerjaan, dikarenakan belum pulihnya krisis ekonomi yang tidak menunjang lancarnya roda perekonomian. Akan tetapi masih sangat banyak penduduk yang masih menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian. Hal ini dapat dilihat dari data yang menunjukkan bahwa 18,08% penduduknya berprofesi sebagai petani. Jenis Pekerjaan yang paling banyak (mayoritas) adalah penduduk yang bergerak di bidang konstruksi baik tukang batu maupun tukang kayu. Hal ini disebabkan karena dari sektor pertanian untuk wilayah Kecamatan Sentolo tidak dapat diandalkan. Dari sektor konstruksi mencapai 24,83%. Mengingat Wilayah Kecamatan Sentolo bukan daerah yang cocok untuk tanaman padi, maka penduduknya lebih mengutamakan pekerjaannya di bidang konstruksi.

Sarana kesehatan yang tersedia adalah 2 buah Puskesmas dan 5 buah Puskesmas Pembantu . Puskesmas I : 4 dokter umum, 1 orang dokter gigi, 12 orang perawat, 2 orang ahli gizi, 7 orang bidan, 1 orang pegawai administrasi. Puskesmas II : 2 orang dokter umum, 1 orang dokter gigi, 5 orang perawat, 1 orang ahli gizi, 5 orang bidan, 1 orang pegawai administrasi. Sehingga dengan keadaan yang demikian tentu saja masih dirasakan kurang untuk melayani seluruh penduduk Kecamatan Sentolo. Namun kondisi demikian dengan adanya program Desa Siaga dan Kader Posyandu maka penanganan kesehatan ibu hamil, menyusui dan balita agak terbantu.

 

 

B. POTENSI

Potensi yang ada di wilayah Kecamatan Sentolo baik eksternal maupun internal adalah sebagai berikut :

1.  Pelimpahan Kewenangan dari Bupati Kepada Camat

Bupati Kulon Progo memiliki komitmen yang kuat untuk memberdayakan kecamatan agar lebih eksis, terutama dalam pelayanan kepada masyarakat dapat secara tuntas dilaksanakan di kecamatan, sebatas kecamatan mampu melaksanakannya. Oleh karena itu Bupati Kulon Progo melimpahkan sebagian kewenangannya kepada camat. Tentu saja niat baik bupati tersebut harus ditindaklanjuti secara serius agar tidak terjadi tumpang tindih pelaksanaan kewenangan antara kecamatan dan SKPD lainnya.

Pelimpahan kewenangan dari bupati kepada camat adalah alat yang menjadi dasar dalam penyusunan program dan kegiatan sekaligus dalam penyusunan anggaran kecamatan. Pelimpahan kewenangan berarti ada kesempatan untuk melakukan inovasi dan kreatifitas untuk kemudian dilaksanakan dengan kewenangan yang ada secara tuntas. Apabila kewenangan tersebut dapat dilaksanakan dengan efektif maka kecamatan akan menjadi kekuatan yang sangat potensial dalam pemberdayaan masyarakat yang tujuan akhirnya adalah mensejahterakan masyarakat. Fungsi yang harus dikedepankan oleh kecamatan adalah fungsi koordinasi dan fasilitasi bukan menjalankan fungsi teknis seperti yang dimiliki oleh dinas daerah.

 

2.  Koordinasi Internal yang Baik

Pada saat ini potensi aparatur Kecamatan Sentolo dalam hal koordinasi internal cukup baik, antara lain dapat dibuktikan pencapaian penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Cukup lancar, proses penyelesaian pelayanan kepada masyarakat rata-rata cukup lancar. Tingginya jalinan kerja sama dan kekeluargaan antar pegawai di Kecamatan Sentolo ditandai dengan adanya kekompakan, toleransi dan sikap tolong menolong di dalam menyelesaikan suatu permasalahan, melaksanakan kegiatan, maupun dalam berhubungan/berkomunikasi baik secara pribadi maupun dinas di antara para pegawai. Baik hubungan secara horisontal yaitu di antara staf itu sendiri maupun antar pimpinan dengan pimpinan. Dan juga hubungan secara vertikal yaitu antar staf dan pimpinan dapat berlangsung dengan baik.

 

3. Sentolo Sebagai Kawasan Industri

Ditetapkannya Kecamatan Sentolo sebagai kawasan industri merupakan peluang yang sangat besar bagi perkembangan sentolo dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan dengan berdirinya perusahaan-perusahaan akan banyak menyerap tenaga kerja lokal yang pada akhirnya terjadi peningkatan perekonomian masyarakat dan kesejahteraan masyarakat.

                        

4.  Potensi  Pertanian Tanaman Pangan

Untuk tanaman padi sawah tahun 2006 tiap Ha mampu menghasilkan rata-rata 6,00  Ton. Luas Panen se Kecamatan Sentolo adalah 1.393 Ha. Untuk Jagung dengan panen 6,23 Ton per hektar dengan luas areal 1.055 Ha. Kacang Tanah 1,28 Ton/ Ha dengan luas areal 45 Ha. Ketela Pohon 15,10 Ton/Ha dengan luas areal 125 Ha. Hasil lahan pertanian lainnya berupa cabe merah dan tanaman palawija lainnya.

 

 

5.  Potensi  Usaha Peternakan

Untuk peternakan tercatat populasi ternak besar berjumlah 5.312 ekor sapi, 2013 ekor domba. Ternak kecil 5.655 ekor kambing, kelinci 716 ekor. Sedangkan populasi Unggas Ayam kampung 78.495 ekor , ayam petelur 332.400 ekor, ayam pedaging 257.500 ekor, puyuh 53.500 ekor dan itik 4.485 ekor. Untuk kegiatan peternakan ini masih mungkin dikembangkan dengan masig cukupnya pakan hijauan ternak namun untuk unggas dengan adanya wabah Flu Burung terjadi penurunan jumlah ternak unggas.

 

6. Potensi  Industri Kecil

Di Kecamatan Sentolo mempunyai Industri Rumah Tangga yang cukup banyak. Kerajinan tersebut beraupa kerajinan agel, enceng gondok dan industri pengolahan makanan.

 

7.  Adanya Keanekaragaman Kebudayaan dan Kesenian

Di Kecamatan Sentolo terdapat obyek budaya yang berupa Upacara Adat Luwaran di Taruban  Desa Tuksono. Kecamatan Sentolo juga memiliki beraneka ragam kegiatan kesenian seperti Dolalak, Kuda Lumping, Incling, Kelompok Kethoprak, Pedhalangan, Jathilan, Kerawitan, Sanggar tari, Campur sari, Macapatan, dan lain-lainnya yang cukup berkembang dan masih eksis di masyarakat. Dan apabila ini dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin akan mampu mengangkat taraf hidup masyarakat.

 

8.  Adanya kerukunan hidup antar umat beragama

Walaupun di Kecamatan Sentolo terdapat keanekaragaman agama yang dianut oleh penduduknya yaitu agama Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, dan Budha, namun kerukunan hidup umat beragamanya cukup tinggi. Hal ini ditandai dengan tidak adanya perselisihan dan pertentangan yang mengganggu kehidupan bermasyarakat dan ditandai pula dengan adanya hubungan yang harmonis antara umat beragama di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

 

 

Program dan Kegiatan

......................................

 

Kinerja

......................................

 

Laporan Keuangan

......................................